Malahayati Srikandi Aceh



Resensi :

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya tanggal 6 Februari 1988 saya pernah memberi ceramah dalam sebuah forum yang dihadiri sekitar 500 para tokoh wanita, terkemuka di Jakarta. Forum tersebut dipimpin seorang Gum Besar Sejarah dari Universitas Indonesia. Dalam kata pembukaan beliau menegaskan, bahwa sampai saat ini baru Laksamana Keumalahayati-lah seorang wanita Pertama yang menjadi Panglima Armada, yaitu Panglima Armada Inong Balee. Dalam ceramah yang hampir dua jam itu, saya mengomentari penegasan beliau, "Mungkin sekali yang pertama dan yang terakhir

Pada zaman pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukainrnil dalam tahun 997-1101 H (1589-1604 M), terjadilah perang laut yang terbesar di Teluk Haru (Selat Malaka) antara Armada Portugis dan Armada Aceh. Armada Aceh dipimpin langsung oleh Sultan Al Mukammil, yang di bawahnya terdapat dua orang Laksamana. Pertempuran yang berakhir dengan kehancuran Armada Portugis, telah mengambil korban yang cukup banyak dari kedua belah pihak. Sekitar 1000 orang mujahid Aceh syahid bersama dua orang Laksamananya, sementara ribuan orang-orang serdadu Portugis maü' konyol bersama dua orang Laksamananya. Laksamana Aceh yang syahid itu, ialah suami seorang puteri bangsawan Aceh yang oleh Sultan Al Mukarrunil ditetapkan menjadi Kepala Protokol Istana Darud Dunya; namanya Laksamana Keumalahayati, dan yang seorang lagi suami Laksamana Muda Cut Meurah Inseun.

ARMADA WANITA JANDA
Keumalahayati yang panggilannya sehari-hari Malahayati, pernah mendapat pendidikan militer pada Pusat Pendidikan Tentara Aceh yang bernama Mahad Baitul Makdis. Di antara para instrukturnya terdapat sekitar 100 orang Perwira Turki yang sengaja dikirim untuk membina Angkatan Perang Aceh, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Keumalahayati memilih pendidikan angkatan laut, dan konon kabarnya di tempat irulah Malahayati berkenalan dengan seorang perwira muda yang kemudian setelah tamat pendidikan dan ikut dalam berbagai pertempuran laut di Selat Malaka, perwira tersebut diangkat menjadi Laksamana dan ditugaskan oleh Sultan Al Mukammil untuk memimpin Armada Selat Malaka Aceh. Armada Selatan

Judul Buku                  : Malahayati Srikandi Aceh
Pengarang                    : Solichin Salam
Cetakan Pertama          : Tahun 1995              
Penerbit                       : Gema Salam Jakarta 1995


Download Buku Disini

Tidak ada komentar