Ketika Cinta Bertasbih
Resensi:
Senjata Bertasbih di Alexandria
Dimatanya, kota Alexandria sore itu
tampak begitu mempesona. Cahaya mataharinya yang kuning keemasan seolah menyepuh
atap-atap rumah, gedung-gedung, menara-menara, dan kendaraan-kendaraan yang
lalu lalang di jalan. Semburat cahaya kuning yang terpantul dari riak gelombang
di pantai menciptakan aura ketenangan dan kedamaian.
Di atas pasir pantai yang putih,
anak-anak masih asyik bermain kejar-kejaran. Ada juga yang bermain
rumah-rumahan dari pasir. Di tangan anak-anak itu pasir-pasir putih tampak
seumpama butir-butir emas yang lembut berkilauan diterpa sinar matahari senja….
Novel yang menceritakan kehidupan
tokoh utamanya Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut
ilmu di Al-Azhar University, Kairo. Cerita yang bisa menjadi inspirasi bagi
kita, ketika melihat bagaimana kerja keras sang tokoh yang menuntut ilmu
sekaligus berjuang menghidupi ibu dan adik-adiknya di kampung.
Cerita yang juga bisa menuntun kita,
ketika melihat usaha dan perjuangan Khairul Azzam dalam menemukan jodohnya
dengan tetap selalu teguh berpedoman kepada ajaran agama.
Judul : Ketika
Cinta Bertasbih
Penulis : Habiburrahman
El Shirazy
Editor : Anif
Sirsaeba El Shirazy
Penerbit :
Republika kerjasama dengan IKAPI Jakarta
Untuk membaca buku ini, klik disini

KOMENTAR