Mata Uang Emas Kerajaan-Kerajaan di Aceh
Resensi:
Dalam risalah ini akan disajikan kepada
pengunjung Musium Aceh khususnya, pembaca umumnya, uraian mengenai mata uang
emas yang lazim dikenal dengan sebutan derham yang dikeluarkan oleh
kerajaan-kerajaan yang pernah bertapak di Propinsi Daerah Istimewa Aceh
sekarang ini. Derham-derham ini sebahagian ada dalam koleksi Musium Rumoh Aceh
ini dan sebagian lagi terdapat dalam koleksi numismatik di Musium Pusat
Jakarta. Orang perseorangan ada juga yang mempunyai koleksi derham ini, antara
lain Letnan Jenderal G.C.E. van Daalen, yang pernah menjadi gubernur militer di
Aceh, J. Hulshoff Pol, bekas anggota Raad van Indië (Dewan Hindia), dan H.
Scheffer, yang pernah menjadi burgemeester (walikota) Cirebon. '
Mereka yang pernah melakukan penelitian
dan menulis tentang matauang emas ini adalah K.F.H.van Langen (1888), J.
Hulshoff Pol (1929) dan H.K.J. Cowan (1939).
Kerajaan Samudra Pasai, yang jejak-jejak
peninggalannya masih ditemukan sekarang ini di Kecamatan Samudra Kabupaten Aceh
Utara, merupakan kerajaan Islam pertama di kawasan ini yang mengeluarkan
matauang emas. Dibawah Sultannya Muhamyang mengeluarkan matauang emas. Dibawah
Sultannya Muhammad Malik az-Zahir (1297 — 1326) dikeluarkan matauang emas yang
sampai saat ini dianggap derham yang tertua. Kerajaan ini mulai berkembang
sebagai pusat perdagangaan dan pusat pengembangan agama Islam di Selat Melaka
pada akhir abad XIII M.
.
Judul :
Mata Uang Emas Kerajaan-Kerajaan di Aceh
Penulis :
T.Ibrahim Alfian
Cetakan pertama : 1979
Penerbit :
Seri Perbitan Mesium Aceh
Untuk download buku
klik disini

KOMENTAR